Cari
  • charisindonesia

Penabur dan Pemakan

Diperbarui: Okt 1

Suatu ketika, dalam sebuah pelayanan di Gereja River of Life, Decatur, Texas, yang digembalakan oleh sahabat saya, Pendeta Greg Mohr dan Janice, terjadi suatu peristiwa yang perlu saya ceritakan. Pertemuan berbagai ibadah berlangsung luar biasa. Banyak kesembuhan, pertobatan dan baptisan Roh Kudus terjadi. Pada malam terakhir, ibadah diadakan tiga sesi. Pendeta Greg bersungguh hati mendorong para jemaat agar bersedia berkorban, memberikan persembahan bagi pembangunan gereja kami. Pertama-tama, saya sangat heran karena ada seorang pendeta yang mendorong jemaatnya agar memberi dalam jumlah besar, mendukung pelayanan seorang pengkotbah keliling. Pada umumnya, para pendeta tidak suka melihat uang dalam jumlah besar mengalir keluar dari gerejanya. Namun Pendeta Greg seorang yang memiliki integritas, beliau tahu persis bahwa memberi adalah kunci untuk menerima. Puji Tuhan untuk anak-anak Allah yang memiliki hati yang murni. Jemaatnya yang berjumlah sekitar 300 orang, didorong oleh Pendeta Greg, untuk memberi persembahan sebesar USD 100.000 bagi pembangunan gedung baru kami. Beliau mengacu kepada 2 Korintus 9:10 yang menekankan bahwa Allah menyediakan benih bagi para penabur. Dialah yang akan memberi mereka uang untuk ditabur. Sebagai teladan, Pendeta Greg dan Janice membuat komitmen untuk memberikan USD 1.000 dari dana pribadi mereka bagi gedung tersebut. Saat itu, mereka tidak memilikinya. Namun mereka bersedia memberi saat Tuhan mengirimkan benihnya. Mereka berjanji bahwa saat Allah sudah menyediakan dananya, mereka akan memberi.


Keesokan paginya, saya mampir di gereja mereka untuk mengambil beberapa kaset dan buku yang tersisa. Pendeta Greg nampak sangat girang. Rupanya selama ini, beliau memiliki 5 kavling tanah yang hendak dijual. 3 tahun sudah berlalu, namun tanah itu tak kunjung laku juga. Pada pukul 8 pagi ini, ada telepon yang mengabarkan, nampaknya ke lima kavling ini laku terjual.  Puji Tuhan! Begitu cepatnya datang jawaban doa! Greg berkata, bahwa kabar baik ini bukan hanya untuk Janice dan dirinya, tetapi dia berpikir mungkin saja bagi banyak partner saya yang lain, yang sedang mengalami situasi serupa. Mereka ingin sekali mengambil bagian dalam upaya memperoleh gedung baru ini tanpa pinjaman bank, tetapi sayangnya, saat itu mereka tidak memiliki uang untuk diberikan. Greg pun memberitahu, “Jika mereka bersedia berkomitmen untuk memberikan uang bagi proyek ini, maka Tuhan akan memberikan benih untuk ditabur.” Sejak itu, saya merenungkan hal ini dengan serius selama berminggu-minggu. Lalu saya merasa Tuhan mulai menambahkan pewahyuan mengenai menabur di bidang keuangan. Saya ingin membagikan sebagian dari pewahyuan itu dengan Anda.

2 Korintus 9:10 berkata: Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; Ayat ini mengatakan bahwa Allah memberikan benih kepada para penabur dan roti kepada para pemakan. Frasa ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana Allah memberi berlimpah-limpah kepada para penabur dan hanya menyediakan kebutuhan dasar bagi para pemakan. Pemakan adalah orang-orang yang menggunakan uangnya hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Sedangkan penabur adalah orang-orang yang menggunakan uangnya untuk diberikan kepada orang lain. Penekanannya adalah pada sikap hati untuk memberi. Orang-orang yang menginginkan lebih banyak uang agar dapat membeli lebih banyak barang adalah “pemakan”. Orang-orang yang menginginkan lebih banyak uang agar dapat memberi lebih banyak adalah penabur. Tentu saja penabur juga perlu makan. Jadi, selagi uang mengalir, masih tersisa banyak untuk dirinya. Tetapi orang-orang yang  tujuannya hanya untuk memuaskan kebutuhan diri sendiri, akan memperoleh sesuai kebutuhannya saja. Mereka tidak akan mendapatkan kelimpahan sebagaimana yang diperoleh penabur. Penjelasan ini menjawab berbagai pertanyaan. Pemakan hanya fokus kepada kebutuhan mereka, oleh sebab itu, Allah tidak memberikan mereka kelimpahan yang melimpah-ruah sebab mereka hanya akan menghabiskannya untuk diri mereka saja.  Dalam 2 ayat sebelumnya, 2 Korintus 9:8, Paulus berkata: “Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.” Perhatikan bahwa pertimbangan Allah dalam memberikan anugerah berlimpah kepada Anda adalah agar Anda mampu menyelesaikan setiap pekerjaan baik. Kekayaan tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan Anda semata, tetapi untuk memberkati orang lain. Pola pikir ini sangat radikal. Pada umumnya orang beranggapan bahwa kemakmuran identik dengan ketamakan sehingga mereka menentangnya. Tetapi, kekayaan sejati menurut Alkitab dimaksudkan agar Anda menjadi berkat bagi orang lain. Sikap hati “kebutuhan saya sudah tercukupi. Saya tidak akan lagi meminta lebih” adalah sikap yang salah, karena egois. Ini menunjukkan sikap seorang pemakan, bukan sikap seorang penabur. Apabila Anda seorang penabur, Tuhan akan memberkati Anda dengan kelimpahan yang meluber, jauh lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda, sehingga Anda mampu untuk memberi sesuai keinginan hati Anda.  2 Korintus 9:10 berkata Allah memberikan benih kepada penabur, jadi tepat apabila saya simpulkan bahwa apabila Anda saat ini sedang kekurangan benih atau uang, artinya Anda tidak menabur sesuai yang seharusnya. Allah menjamin bahwa penabur pasti memiliki uang berlimpah untuk menyelesaikan setiap pekerjaan baik.


Efesus 4:28 berkata: Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Ayat ini mengatakan bahwa alasan mengapa kita harus bekerja adalah agar kita dapat memberi kepada orang lain yang memerlukan. Sungguh mengagumkan!  Sebagian besar orang beranggapan bahwa alasan kita bekerja adalah agar dapat membayar tagihan-tagihan dan memenuhi kebutuhan pribadi. Ayat ini tidak berkata demikian. Tujuan kita bekerja adalah agar dapat memberkati orang lain. Saya dapat mendengar seseorang menjawab: ”Iya tetapi bagaimana dengan saya? Bukankah Allah ingin saya diberkati juga?” Tentu saja. Tetapi cara agar Anda diberkati bukanlah dengan mencoba memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Melainkan dengan memenuhi kebutuhan orang lain. Matius 6:33 berbunyi: Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Saat kita mendahulukan menabur daripada memakan, maka Allah akan turut campur tangan dalam hal keuangan dan memenuhi setiap kebutuhan kita. Malahan, Allah lebih terampil mengurus kita daripada diri kita sendiri. Lihatlah apa yang Tuhan telah sediakan bagi Anda di sorga. Anda akan tinggal di sebuah istana. Jalan-jalannya terbuat dari emas murni. Gerbangnya dari mutiara. Dasar kotanya dari batuan berharga. Tak seorangpun di dunia ini yang hidup semewah itu. Allah kita adalah Allah Maha Kuasa, bukan Allah murahan. Hal yang menghalangi sebagian besar terwujudnya kekayaan kita adalah kecenderungan kita menjadi pemakan, bukannya menjadi penabur. Kita semua seperti bendungan yang berusaha hanya membendung arus, bukan seperti sungai yang mengalirkan air. Jika Allah dapat mengalirkan uang melalui kita, maka Dia akan menyerahkannya kepada kita. Kebenaran ini sangat penuh kuasa. Jika Anda melihat seluruh harta Anda dan menyimpulkan “saya yang menghasilkan semua ini” itu artinya Anda belum pernah mengakses kelimpahan Allah. Apabila Anda mendahulukan kerajaan Allah, maka Tuhan akan memberikan Anda kekayaan secara supernatural. Dan kemakmuran itu pasti berlimpah-limpah. Jamie dan saya telah mendermakan banyak mobil. Kami tidak melakukannya agar dapat memperoleh lebih banyak mobil. Kami melakukannya karena kami penabur, dan kami suka memberkati banyak orang. Benar sekali bahwa lebih terberkati memberi daripada menerima. Saat kami mendahulukan kerajaan Allah dengan memberi kepada orang lain, Allah secara supernatural mencukupkan kami. Selama 14 tahun kami dibelikan mobil baru oleh banyak orang. Dan mobilnya bagus-bagus, lebih bagus daripada yang mampu kami beli sendiri, jika mengandalkan pendapatan kami sendiri yang terbatas. Orang-orang mengkritik saya karena memiliki mobil bagus. Apakah saya harus menolak pemberian mobil bagus yang gratis dan mengeluarkan uang sendiri untuk membeli mobil yang tidak sebagus itu, agar kelihatan rendah hati? Itu bukanlah rendah hati, melainkan bodoh namanya. Saat Allah turut campur dalam keuangan, Anda akan merasa malu. Jika belum sampai merasa malu, artinya Anda belum sepenuhnya mengalami kelimpahan Allah. Bapa bersukacita dengan memberkati Anda (Mazmur 35:27). Saya telah menyiapkan pengajaran audio berjudul “Penabur dan Pemakan”. Pengajaran itu menjelaskan lebih banyak lagi daripada yang dapat saya jelaskan melalui artikel ini. Saya yakin pengajaran itu akan mengubah pandangan Anda tentang memberi dan akan membawa Anda kepada kelimpahan Allah.

Call Us: +62 811-9909-866  / awmindonesia@gmail.com

ATRIA@SUDIRMAN Lantai 5 (ex ANZ Tower)

Jl. Jend. Sudirman Kav 33A
Jakarta 10220